Double Top /Bottom

Double top adalah pola pembalikan arah (reversal pattern) yang biasanya terbentuk setelah gerakan naik yang panjang. Puncak atau ‘top’ adalah harga tertinggi yang terbentuk saat pergerakan harga naik tertahan pada suatu level yang tidak tertembus. Setelah membentur level ini harga akan berbalik turun beberapa point, tapi kemudian kembali naik untuk mencoiba menembus level yang gagal ditembuis sebelumnya. Jika upaya ini gagal maka terbentuklah formasi ‘double top’.

double-top (7K)

Pada chart di atas tampak bahwa ‘double top’ terbentuk setelah gerakan naik yang panjang. Perhatikan bahwa puncak yang kedua sedikit lebih rendah dari puncak yang kedua. Ini pertanda kuat bahwa gerakan harga akan berbalik turun karena tekanan dari pembeli sudah hampir habis.

Jika anda melihat formasi ‘double-top’ anda dapat menempatkan order jual beberapa point di bawah ‘neckline’ untuk mengantisipasi gerakan turun yang akan terjadi. Beberapa trader sering terjebak dengan melakukan transaksi jual pada harga pasar (market order) saat masih berada di atas ‘neckline’ dengan maksud mengambil posisi terbaik. Sekalipun kemungkinan besar harga akan turun, tindakan ini tidak disarankan karena bukan tidak mungkin pembeli kembali menemukan kekuatannya dan harga akan masih ergerak ke atas beberapa point yang bukan tidak mungkin akan menghantam stop loss.

double top 2 (7K)

Pada chart di atas tampak bahwa setelah membentuk ‘double top’ harga berbalik arah menembus ‘neckline’ dan terus bergerak turun.

Double Bottom

Seperti ‘double top’, ‘double bottom’ juga merupakan formasi pembalikan arah (reversal formation). Tapi kondisinya terbalik, ‘double bottom’ muncul setelah gerakan turun yang panjang.

double-bottom (5K)

Pada chart di atas terlihat bahwa setelah gerakan turun yang panjang, harga membentuk dua lembah. Ini terjadi karena penjual tidak dapat menembus level tertentu, sekalipun mencoba lagi tetapi tetap gagal dan penjual mulai kehabisan tenaga. Ini terlihat dari lembah kedua yang lebih tinggi dari lembah yang pertama.

Ini pertanda bahwa tekanan jual sudah hampir habis dan pembeli akan membalikkan situasi dengan membuat harga kembali naik. Dalam situasi ini kita bisa memasang order beli beberapa point di atas ‘neckline’.

Sama seperti pada formasi ‘double top’, tidak disarankan untuk mengambil order pada harga pasar saat harga masih berada di bawah ‘neckline’ karena dalam forex semua kemungkinan bisa terjadi, termasuk kembali menguatnya tekanan penjual yang membuat harga masih bergerak turun.

double-bottom-2 (5K) Pada chart di atas tampak harga bergerak menembus ‘neckline’ dan terus bergerak naik akibat dari kondisi penjual yang kehabisan tenaga dan pembeli berbalik mengambil kendali pasar.

Pos ini dipublikasikan di Belajar Forex dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s