Memahami Margin Dan Leverage

Jika anda bermaksud membeli dollar di bank atau money-changer untuk suatu keperluan, anda harus menyerahkan sejumlah uang rupiah yang besarnya senilai dengan mata uang dollar yang ingin anda beli. Transaksi forex online melalui broker di internet berbeda dengan transaksi semacam itu. Dalam forex-trading online, anda membeli suatu mata uang tertentu dengan mata uang lain yang anda pinjam dari broker. Misalkan anda membeli 1 lot EUR/USD pada kurs 1.3450 berarti anda membeli 100,000 Euro dengan meminjam 134,500 US$ dari broker anda. Broker anda tidak pernah khawatir meminjamkan uang dollar sebanyak itu karena 100,000 Euro yang anda beli sebenarnya tidak pernah anda ambil tetapi anda simpan kembali di broker yang sama.

Sekalipun demikian broker anda membutuhkan uang jaminan yang dimaksudkan untuk menutup resiko kerugian jika nilai mata uang bergerak ke arah yang merugikan posisi transaksi anda. Uang jaminan inilah yang disebut sebagai margin, jumlahnya jauh lebih kecil dari nilai transaksi yang sesungguhnya.

Perbandingan antara nilai transaksi yang sesungguhnya dengan margin yang dibutuhkan dikenal dengan leverage. Besarnya leverage yang diberikan oleh broker tidak sama, biasanya berkisar antar 10:1 sampai dengan 500:1. Misalnya suatu broker menetapkan leverage sebesar 200:1, maka untuk 1 lot transaksi senilai 100,000 US$ dibutuhkan margin sebesar 500 US$.

Keuntungan Dan Kerugian Margin

Dengan adanya margin maka kemampuan anda dalam bertransaksi menjadi berlipat jauh di atas dana yang anda miliki. Misalnya saja anda memiliki dana sebesar $2000 di account anda. Jika broker anda memberikan leverage sebesar 200:1 maka anda punya kemampuan melakukan transaksi maksimal sebesar $400,000. Meskipun demikian secara praktis anda tidak mungkin menggunakan semua dana yang tersedia sebagai margin, anda juga harus menyisakan dana yang cukup untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi dalam transaksi.

Karena kemampuan anda bertransaksi menjadi berlipat maka setiap gerakan yang terjadi pada pasar mata uang akan memiliki dampak yang berlipat juga, baik itu untung maupun rugi. Misalkan saja dengan dana sebesar $2000 yang ada anda memutuskan untuk menggunakan $500 dollar sebagai margin untuk melakukan transaksi pembelian pasangan mata uang EUR/USD sebanyak 1 lot pada harga 1.3440. Beberapa jam kemudian mata uang EUR bergerak naik sehingga nilai EUR/USD menjadi 1.3475. Jika pada harga ini anda memutuskan untuk menutup transaksi maka anda memperoleh keuntungan sebesar 35 pip. Karena 1 pip dalam mata uang EUR/USD bernilai $10/lot maka keuntungan anda dalam transaksi ini adalah 35 x $10, yaitu $350. Margin memungkinkan anda meraup keuntungan 17.5% dari investasi anda hanya dalam waktu beberapa jam saja. Akan tetapi jika pasar bergerak melawan posisi anda, misalkan dalam hal ini nilai EUR/USD turun menjadi 1.3410 dan anda memutuskan untuk menutup transaksi untuk menghindari kerugian yang lebih jauh maka anda akan mengalami kerugian sebesa 30 pip, atau $300. Dalam hal ini penggunaan margin membuat anda merugi 15% hanya dalam waktu singkat.

Karena dampaknya yang berlipat, baik itu untung maupun rugi, maka anda harus sangat berhati-hati dalam menggunakan margin saat bertransaksi. Kecerobohan penggunaan margin dalam forex-trading seringkali menjadi penyebab terbesar kerugian fatal seorang trader.

Pos ini dipublikasikan di Belajar Forex dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s