Moving Avarages

Moving avarages adalah harga rata-rata dari pergerakan mata uang dalam periode tertentu. Dengan menerapkan indikator MA (moving avarages) hasil yang didapat adalah sebuah grafik yang bergerak dengan lebih halus, terbebas dari fluktuasi yang berlebihan. Indikator ini adalah yang paling sederhana dan paling banyak digunakan oleh para trader.

moving-average-small (6K)

Seperti juga indikator teknikal lainnya, MA digunakan untuk memperkirakan pergerakan harga mata uang. Arah dan kemiringan MA dapat memberikan gambaran umum kemana harga mata uang akan bergerak.

Ada beberapa macam MA, masing-masing memiliki tingkat kehalusannya sendiri. Secara umum semakin ‘halus’ MA, semakin lambat reaksinya terhadap pergerakan harga. Pada materi ini akan dibahas 2 macam MA yang paling populer.

Simple Moving Average (SMA)

Simple Moving Avarage (SMA) adalah jenis MA yang paling sederhana. SMA dihitung dengan menjumlahkan harga penutuoan sejumlah ‘X’ perioda dan membaginya dengan ‘X’. Misalkan anda menjumlahkan data 20 harga penutupan selama 200 menit terakhir pada chart 10 menit dan membagi hasil penjumlahannya dengan 20 maka anda akan mendapatkan SMA. Biasanya chart yang digunakan untuk keperluan forex sudah dilengkapi dengan fasilitas untuk menghitung dan memplot SMA ini. Anda bisa mengatur berapa jumlah perioda yang ingin anda rata-ratakan dan anda akan mendapatkan plotnya seperti pada gambar di bawah.

Seperti juga banyak indikator lain, MA memberikan hasil berdasarkan rata-rata dari sekumpulan data yang sudah lewat. Karenanya yang anda lihat tidak lain hanyalah ‘prakiraan’ dari pergerakan harga yang akan muncul berikutnya, tetapi bukan gambaran yang sesungguhnya dari harga yang akan muncul.

moving-average-small (6K)

Pada gambar di atas kita melihat ada 3 SMA yang berbeda-beda periodanya. Sebagaimana yang anda lihat semakin lama perioda SMA yang digunakan semakin jauh plot itu tertinggal dari gerakan harga yang sesungguhnya. Pada chart di atas tampak grafik 100 SMA terletak lebih jauh dari harga yang sesungguhnya dibandingkan dengan 60 dan 20 SMA. Semakin banyak perioda yang anda gunakan dalam SMA semakin lambat juga grafik SMA itu berreaksi terhadap perubahan harga.

SMA pada chart di atas bisa memberikan gambaran yang lebih luas tentang sentimen pasar. Daripada grafik pergerakan harga yang sangat fluktuatif, SMA bisa memberikan gambaran yang lebih luas tentang trend dan sentimen pasar yang ada serta mampu memberikan gambaran yang lebih baik dalam memprediksi pergerakan harga selanjutnya.

Tapi ada kelemahan dari SMA: grafik SMA sangat rentan terhadap spike atau lonjakan harga yang terjadi di masa lalu. Misalkan saja anda memplot 5 perioda SMA pada chart harian grafik USD/CHF dengan data-data sebagai berikut:

Hari 1: 1.2345
Hari 2: 1.2350
Hari 3: 1.2360
Hari 4: 1.2365
Hari 5: 1.2370

Perhitungan SMA dari data di atas adalah sebagai berikut:
(1.2345+1.2350+1.2360+1.2365+1.2370)/5= 1.2358

Kelihatannya sederhana, tapi bagaimana jika pada pada hari kedua terjadi spike dan harga penutupannya adalah 1.2285? Hasilnya SMA akan jauh lebih rendah dan memberi gambaran yang keliru seolah-olah trend pergerakan harga sedang menurun padahal yang terjadi hanyalah spike yang muncul karena reaksi pasar sesaat di masa lalu.

Ada jenis MA lain yang dapat mengatasi masalah-masalah semacam ini dengan lebih baik, yang mampu menyaring spike-spike sesaat di masa lalu macam ini sehingga memberikan gambaran pergerakan harga terkini yang lebih baik. Jenis MA yang dimaksudkan adalah Exponential Moving Avarages (EMA).

Exponential Moving Avarages (EMA)

Exponential Moving Avarages juga menjumlahkan sejumlah data-data yang ada sebanyak beberapa perioda, tapi EMA memberikan pembobotan yang lebih besar pada harga-harga yang lebih baru. Jika diterapkan pada contoh di atas, pembobotan pada harga hari ke 5 lebih besar dari pada hari ke 4, pembobotan hari ke 4 lebih besar dari pada harga hari ke 3, dan seterusnya. Dengan demikian spike yang terjadi pada hari ke 2 pengaruhnya akan jauh lebih kecil sehingga grafik EMA bisa memberikan gamabaran trend pergerakan harga yang lebih baik dibandingkan SMA.

sma-vs-ema (12K) Mana yang lebih baik: Simple atau Exponential?

Kalau anda menghendaki grafik MA yang memiliki respon cepat terhadap perubahan harga maka EMA dengan perioda yang pendek merupakan pilihan terbaik. Anda bisa menangkap dengan cepat suatu perubahan trend, dengan demikian bisa mengambil untung yang lebih besar.

Tapi kelemahannya juga ada: kepekaan yang lebih baik ini justru membuat EMA dengan periode pendek mudah memberikan perubahan trend yang palsu. Dengan mudah anda mengira sebuah spike sebagai perubahan trend sehingga anda terpancing untuk mengambil transaksi yang salah.

Sebaliknya jika anda menghendaki MA yang lebih halus dan tidak terlalu peka terhadap perubahan harga sesaat, mungkin SMA dengan perioda yang panjang menjadi alternatif pilihan yang lebih baik. Karena SMA dengan perioda panjang lambat berreaksi terhadap perubahan harga yang sesaat, indikator ini dapat mencegah anda dari gerakan-gerakan palsu. Tapi kelemahannya: indikator ini juga lambat memberitahukan kepada anda jika ada suatu perubahan trend sehingga anda juga akan kehilangan banyak kesempatan trading yang baik.

Long SMA Short EMA
Pro Memberikan chart yang lebih halus yang mengeliminasi banyak gerakan palsu. Peka terhadap perubahan harga, bagus untuk menangkap trend.
Kontra Kurang peka, lambat dalam menangkap adanya trend. Mudah terpengaruh oleh gerakan palsu.

Jadi mana yang lebih baik? Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan mencobanya sendiri. Setiap orang memiliki tipe dan kecenderungan yang berbeda dalam trading. Oleh karenanya apa yang lebih baik bagi seseorang belum tentu baik juga bagi orang lain. Anda bisa mencoba beberapa setting EMA dan SMA lalu membandingkan-bandingkannya. Dengan cara ini anda akan menemukan MA mana yang lebih cocok untuk kebutuhan trading anda.

Pos ini dipublikasikan di Belajar Forex dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s