Penggunaan Kerangka Waktu

Jangka Panjang / Position Trader:

Position trader biasanya menyukai chart harian dan mingguan. Chart mingguan digunakan untuk melihat perspektif pergerakan mata uang dalam jangka waktu yang panjang dan untuk menyusun strategi. Sedangkan chart harian digunakan untuk membantu mengambil keputusan yang tepat saat melakukan transaksi. Transaksi yang diambil biasanya berjangka waktu mingguan atau bahkan berbulan-bulan.

Keuntungan:

  • Tidak perlu melihat pergerakan mata uang setiap hari.
  • Jumlah transaksi yang sedikit juga berarti biaya transaksi yang harus dibayar (dalam bentuk spread) juga sedikit.
  • Dapat memanfaatkan perbedaan tingkat suku bunga untuk meraih keuntungan.

Kerugian:

  • Jangka waktu yang panjang berarti juga membutuhkan level stop-loss yang besar.
  • Posisi rugi bisa terjadi selama berbulan-bulan sebelum kembali ke posisi untung. Keadaan ini sangat menguras mental.
  • Kesempatan trading yang baik tidak selalu ada setiap bulan.
  • Dibutuhkan account dengan dana yang besar untuk menghasilkan keuntungan yang memadai.

Jangka Pendek / Swing Trader:

Swing trader biasa menggunakan kerangka waktu 1 jam dan 30 menit. Transaksi yang diambil seringkali dibiarkan terbuka (open) selama beberapa hari untuk mencapai target yang diinginkan.

Keuntungan:

  • Banyak kesempatan trading yang menguntungkan
  • Tidak sulit untuk menutup kerugian yang terjadi karena kesempatan untuk meraih keuntungan selalu tersedia.
  • Tidak dibutuhkan modal yang terlalu besar.

Kerugian:

  • Lebih banyak waktu yang dibutuhkan untuk mengamati pasar.
  • Lebih banyak transaksi berarti lebih banyak biaya trading yang harus dibayarkan (dalam bentuk spread).
  • Harus berhati-hati dengan resiko ‘overnight’ (bunga).

Harian / Intraday:

Trader tipe ini hanya menahan posisinya dalam satu hari dan menutupnya pada akhir sesi perdagangan. Chart yang biasa digunakan adalah chart 15 menit dan 5 menit. Chart 15 menit digunakan untuk menganalisa pergerakan mata uang dalam beberapa hari terakhir, sedangkan chart 5 menit digunakan untuk mencari level optimal untuk melakukan transaksi.

Keuntungan:

  • Kesempatan trading sangat banyak.
  • Tidak sulit untuk menutup kerugian
  • Tak ada resiko pembayaran bunga ‘overnight’

Kerugian:

  • Biaya transaksi yang harus dibayarkan (dalam bentuk spread) lebih besar.
  • Menguras mental karena harus berkonsentrasi melihat kesempatan trading selama berjam-jam dalam sehari.
  • Keuntungan yang diraih dalam setiap transaksi tidak banyak karena posisi hanya dipertahankan selama satu hari.

Jika anda baru mempelajari forex trading, kemungkinan besar anda lebih tertarik untuk melakukan intraday-trading. Setidaknya pilihan itu yang banyak diambil oleh para trader pemula.

Banyak trader yang hanya menggunakan 1 kerangka waktu saja. Yang paling populer biasanya chart 5 menit. Sekalipun kelihatannya cukup mudah karena chart ini memberikan banyak data dan bisa memberikan gambaran pergerakan harga harian, cara ini mengandung resiko. Anda tidak bisa mengetahui trend dengan baik karena bisa jadi trend harian yang tampak dalam chart sesungguhnya berbeda dengan trend mingguan yang pengaruhnya lebih kuat. Bisa jadi trend yang tampak bukanlah trend yang sesungguhnya tetapi semata-mata hanyalah ‘retracement’ atau koreksi dari trend yang sedang berlangsung. Akibatnya saat anda mengambil posisi dengan mengikuti ‘trend’ harian, gerakan harga berbalik arah kembali mengikuti trend sesungguhnya dan anda terjebak pada posisi yang merugikan.

Cara terbaik untuk menghindari jebakan ini adalah dengan menggunakan kerangka waktu yang lebih panjang untuk melihat trend yang terjadi. Untuk intraday, anda bisa menggunakan chart H1 (1 jam) sebagai pelengkap dari chart M5 atau M15 yang anda gunakan. Dengan kerangka waktu yang lebih panjang ini anda bisa melihat pergerakan harga yang terjadi dalam waktu beberapa hari atau beberapa minggu sebelumnya sehingga bisa memetakan pergerakan harga dengan lebih baik. Dengan cara ini anda akan tahu apakah trend harian yang terjadi merupakan kelanjutan dari trend pergerakan harga sebelumnya atau hanya sekedar koreksi dan konsolidasi.

Setelah anda memiliki gambaran pergerakan harga dengan baik dan sudah menyusun strategi untuk melakukan transaksi anda bisa kembali ke chart M5 atau M15 yang biasa anda gunakan untuk melakukan transaksi pada level optimal.

Perhatikan chart 5-menit EUR/CHF di bawah ini:

Jika anda hanya memperhatikan chart ini maka terkesan yang sedang terjadi adalah trend naik. Mungkin anda akan tergoda untuk mengambil posisi ‘beli’ mengikuti trend yang sedang berlangsung. Tapi lihat chart mata uang yang sama dengan kerangka waktu 1 jam:

Ternyata trend yang anda lihat pada chart 5-menit kemungkinan tidak lebih hanya koreksi dari trend turun yang sedang terbentuk. Dalam hal ini menunggu saat terbaik untuk melakukan transaksi ‘jual’ mungkin pilihan yang lebih baik.

Dengan melihat kasus di atas jelas sekali sangat berbahaya melakukan trading dengan hanya mengandalkan satu chart saja. Setidaknya gunakan 2 chart dengan kerangka waktu yang berbeda untuk mendapatkan gamabaran pergerakan mata uang yang lebih baik. Jika anda seorang intraday trader anda dapat menggunakan kerangka waktu ini: 15 menit (atau 5 menit) dan 1 jam. Tapi anda juga bisa mencoba-coba sendiri kombinasi kerangka waktu terbaik untuk anda, yang jelas jangan pernah menggunakan hanya satu kerangka waktu saja.

Pos ini dipublikasikan di Belajar Forex dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s