Pola Gelombang 5 – 3

Sebenarnya pembahasan teori gelombang Elliott akan memakan waktu yang cukup panjang dan kalau dibahas semua mungkin perlu waktu 2 semester untuk membahasnya. Setidaknya ada 12 pola gelombang yang dikemukakan oleh Elliott. Tapi dalam materi forexology ini hanya akan dibahas satu pola umum yang dominan saja dan cukup mewakili teori gelombang Elliott.

Teori gelombang Elliott menunjukkan bahwa pada saat pasar mengalami trend, pergerakan harga membentuk suatu pola yang disebutnya: pola gelombang 5 – 3. Lima Gelombang pertama disebut sebagai gelombang impulsif dan tiga gelombang selanjutnya disebuit sebagai gelombang korektif.

Di bawah ini adalah contoh dari pola 5 gelombang impulsif:

5 wave color (5K)

Sekalipun pada mulanya teori ini berasal dari perilaku pasar di bursa saham, teori ini ternyata juga berlaku di bursa lainnya seperti forex. Berikut ini penjelasan singkat dari apa yang terjadi pada setiap gelombang:

Gelombang 1
Pasar saham mulai bergerak naik. Biasanya diakibatkan oleh aksi pembelian sekelompok kecil trader dan investor yang menganggap harga-harga saham berada pada level yang sangat menguntungkan.

Gelombang 2
Gerakan awal gelombang-1 yang sempat mengakibatkan aksi beli pada lantai bursa berhenti sejenak dan sebagian pelaku bursa beranggapan harga sudah terlalu tinggi dan saat yang cukup baik untuk melakukan aksi ‘ambil untung’ sehingga mereka mulai menjual kembali saham-sahamnya. Akibatnya harga kembali bergerak turun. Tapi harga saham tidak bergerak turun kembali ketitik awal karena tidak cukup banyak yang melakukan aksi ‘ambil untung’ ini.

Gelombang 3
Ini biasanya gelombang yang paling panjang dan paling kuat. Pergerakan saham awal mulai menarik perhatian massa. Banyak orang mulai menyadari potensi keuntungan yang ada di saham ini lalu berbondong-bondong masuk pasar untuk mengadakan aksi beli. Ini mengakibatkan harga saham bergerak naik dengan kuat karena aksi beli dilakukan oleh banyak orang.

Gelombang 4
Kenaikan harga yang cepat membuat sebagian pelaku pasar merasa harga saham mulai terlalu tinggi dan mulai melakukan aksi ambil untung sehingga harga mulai turun. Gelombang ini biasanya tidak terlalu besar karena banyak pelaku pasar sebenarnya masih menganggap saham ini menguntungkan dan mereka tidak ikut-ikutan menjual sahamnya. Sebagian pelaku masih menunggu situasi untuk melakukan ‘buy on dip’, beli saat harga turun.

Gelombang 5
Ini adalah titik dimana pelaku pasar menyadari saham ini masih cukup menarik dan melakukan pembelian karena tidak ingin kehilangan kesempatan untuk meraih untung. Pada gelombang ini pembelian saham yang terjadi sudah tidak rasional dan cenderung emosional sehingga kemungkinan besar harga sudah ‘overpriced’ (terlalu tinggi). Sikap yang emosional pada gelombang ini akhirnya mulai disadari sebagian pelaku pasar yang mulai melepas kembali saham-sahamnya sehingga memicu terjadinya gelombang koreksi ‘ABC’.

Munculnya 5 gelombang pada trend naik ini mendapat reaksi perlawanan yang ditandai dengan munculnya 3 gelombang koreksi. Gelombang koreksi ditandai dengan huruf ‘ABC’ untuk membedakannya dengan gelombang awal ‘1 – 5’.

Di bawah ini contoh dari pola 3 gelombang koreksi:

5-3 wave (4K)

Apa yang baru dibahas adalah contoh gelombang Elliott pada pasar yang bergerak naik (bullish). Tentu saja gelombang Elliott juga berlaku denga cara yang sama pada pasar yang bergerak turun (bearish). Pada pasar yang bergerak turun (bearish) pola gelombang 5 – 3 akan menjadi seperti ini:

5-3 wave downtrend (3K)

Gelombang di dalam gelombang

Hal penting yang perlu diketahui tentang teori gelombang Elliot adalah bahwa gelombang yang terjadi bisa saja terbentuk dari pola gelombang yang lebih kecil seperti contoh di bawah ini:

5-3 wave uptrend (4K)

Gelombang Elliott dalam Forex Apa yang diamati oleh Tuan Elliott di pasar saham sebenarnya dapat diterapkan juga di forex. Pola ini bisa diterapkan dalam gerakan intraday atau gerakan dalam jangka panjang. Salah satu penerapan Teori Gelombang Elliott yang paling favorit adalah pada saat munculnya berita yang mempengaruhi faktor fundamental pasar. Seperti juga banyak trader, pada saat awal pasar berreaksi terhadap suatu berita, ada banyak trader yang masih ragu dan masih bersikap menunggu. Dalam hitungan menit biasanya harga mengalami koreksi tapi tidak kembali ke level semula. Pada saat ini banyak trader yang mulai ‘memahami’ pengaruh fundamental yang diakibatkan oleh berita tersebut dan mulai masuk pasar untuk bertransaksi sehingga harga kembali bergerak mengikuti arah awal dengan kekuatan yang lebih besar.

Kalau anda mampu menerapkan Teori Gelombang Elliot ini dengan baik, anda akan meraih keuntungan yang sangat lumayan karena pola ini selalu muncul beberapa kali dalam seminggu.

Pos ini dipublikasikan di Belajar Forex dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s